Selamat Datang & Bergabung di Mister Hali Blog
Tampilkan postingan dengan label Pojok Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Keajaiban Al-Quran 02

Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.
"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Qur'an, 2:29)
"Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." (Al Qur'an, 41:11-12)
Kata "langit", yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.
Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:
Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)
Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Ozonosfer
4. Mesosfer
5. Termosfer
6. Ionosfer
7. Eksosfer
Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, "… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.
Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.
(http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)
Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

Keajaiban Al-Quran

Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.
"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.
Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.
"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

alquran di bakar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua pendukung Pendeta Terry Jones tetap melakukan aksi pembakaran Alquran.

Pelakunya adalah Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, keduanya membakar Alquran pada Sabtu (11/9/2010) di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan wartawan.

Kedua pendeta itu menyiram dua buah Alquran dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu.

Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old di Springfield. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan.

Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya sebagaimana dikutip media online Tennessean.com.

"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Alquran sebelum kemudian membakarnya.

"Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," kata mereka.

Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu. (Tennessean.com)

Pendeta Amerika Bakar Al-Quran

Pendeta Amerika Bakar Al-Qur'an, Ulama Inggris Bakar Bendera Amerika

LONDON (voa-islam.com) – Ada aksi, maka ada reaksi. Itu sudah merupakan hukum Allah yang kekal dan abadi. Aksi pendeta sinting Terry Jones untuk menjadikan tanggal 11 September sebagai Hari Internasional Membakar Al-Qur'an, disambut reaksi tak kalah spektakulernya dari Inggris. Syekh Anjem Choudary, ulama London canangkan 11 September sebagai Hari Internasional Membakar Bendera Amerika.
Rencana pendeta sinting Terry Jones, untuk membakar 100 Al-Qur’an pada Sabtu, 11 September 2010 mendapat reaksi keras dari seluruh kaum Muslimin di dunia. Dari London, Syekh Anjem Choudary, ulama haq yang konsisten menyuarakan kebenaran menyerukan agar hari Sabtu, 11 September 2010 menjadi Hari Internasional Pembakaran Bendera Amerika. Akankah rencana ini berhasil meredam kegilaan pendeta Tery Jones?

Pemerintah AS Ikut Andil?

Rencana gila pendeta Evangelis di Florida Amerika Serikat untuk membakar Al-Qur’an ternyata tidak mampu dicegah oleh pemerintahan AS yang katanya super power itu. Padahal, Tery Jones hanyalah seorang pendeta dari gereja kecil di Gainesville, Florida, AS dan hanya memiliki pengikut 50 orang saja. Ironinya, pemerintahan tidak mampu atau tidak mau mencegah rencana gila yang ditentang hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia. Gedung Putih hanya mampu khawatir akan dampak yang terjadi di Afghanistan yang bisa merugikan tentara Amerika. Padahal, dampaknya tidak hanya bisa terjadi di Afghanistan melainkan di seluruh dunia Islam. Lalu mengapa AS tidak mau mencegahnya?
…Rencana gila pendeta Evangelis di Florida Amerika Serikat untuk membakar Al-Qur’an ternyata tidak mampu dicegah oleh pemerintahan AS yang katanya super power…
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Gedung Putih untuk menghentikan aksi provokatif yang akan dilakukan Pendeta Terry Jones yang memimpin Dove World Outreach Center. Hal ini tentu menimbulkan dugaan kuat bahwa pemerintahan Amerika sebenarnya juga setuju dengan aksi menyulut perang tersebut!
Yang lebih memprihatinkan, Jones tak akan ditangkap seandainya dia benar-benar mewujudkan rencananya untuk membakar Al-Qur’an. Dia hanya akan dituntut atas kejahatan ringan dan dikenai denda serta peringatan. Jones mengatakan, pembakaran Al-Qur’an ini dimaksudkannya untuk mengingat para korban tragedi 11 September dan untuk mengirim pesan peringatan untuk elemen radikal Islam. Bukankah aksi ini malah memicu timbulnya reaksi dari seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia?

Beragam Aksi Balas Tery Jones

Beragam aksi digelar umat Islam di seluruh dunia untuk mencegah atau bahkan membalas rencana keji dan biadab pendeta gila Terry Jones untuk membakar Al-Qur’an, kitab suci umat Islam.
Di Indonesia, berbagai demo dan aksi juga sudah digelar menentang rencana pendeta sinting Terry Jones tersebut. Puluhan orang aktivis lintas agama mengadakan aksi di bunderan HI, Jakarta, Rabu (8/9/2010). Mereka meminta agar aksi pembakaran Al-Qur’an yang rencananya akan dilakukan oleh salah satu pendeta di Florida, AS, Terry Jones dihentikan.
Aktivis HTI berunjuk rasa pada Jum’at (3/9/2010) dan Sabtu (4/9/2010) di Kedubes AS mengecam dan mengutuk rencana pembakaran Al-Qur’an oleh Gereja Dove World Outreach Center di Florida, AS.
Dalam aksi tersebut, mereka membawa poster, selebaran, dan spanduk. Di antaranya berbunyi: “Hanya Khalifah yang bisa menghukum AS!; “Jawab Pembakaran Al-Qur’an dengan Jihad!”; “Kau Bakar Al-Qur’anku, Binasalah Kau!”; “Tegakkan Khilafah Pelindung Al-Qur’an!”.
Reaksi yang cukup keras dan setimpal akan datang dari London, UK. Syekh Anjem Choudary, pimpinan Islam4UK dan ulama haq yang dikenal konsisten memperjuangkan Islam, menyerukan kepada seluruh umat Islam agar menjadikan hari Sabtu, 11 September 2010 sebagai Hari Internasional Pembakaran Bendera Amerika. Seruan itu beliau sebarkan melalui situsnya yang beralamat di www.anjemchoudary.com.
…Syekh Anjem Choudary, ulama haq dari London, UK, menyerukan kepada seluruh umat Islam agar menjadikan hari Sabtu, 11 September 2010 sebagai Hari Internasional Pembakaran Bendera Amerika…
Nampaknya seruan ini akan cepat tersebar dan direspon oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. Di London sendiri, rencananya akan diadakan demo di Kedubes AS, di 24 Grosvenor Square, Marylebone, London W1A 1 AE pada jam 1 PM.
Hanya saja, satu pertanyaan masih tetap tertinggal. Akankah rencana reaksi keras dari kaum Muslimin ini dapat menghentikan kebencian dari pendeta gila bernama Terry Jones di Florida, AS, untuk membakar Al-Qur’an kitab suci dan mulia kaum Muslimin? Wallahu’alam bis showab! [M Fachry]

Astagfurulloh Al-Qur'an di bakar



PDFPrintE-mail
Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

(IstimewaSPRINGFLIED - Setelah rencana pembakaran Al Quran di Amerika dibatalkan, masyarakat Islam sedunia sempat lega, khususnya di Indonesia karena dilaporkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati Presiden Barack Obama.

Menurut laporan Tennessean.com, pembakaran kitab suci Islam itu tetap dilakukan, Sabtu lalu di kediaman salah seorang pendeta AS. Dilaporkan bahwa dua pendukung pendeta Terry Jones melakukan aksi itu. Pelakunya adalah pendeta Bob Old dan pendeta Danny Allen, dilakukan di hadapan media.

Aksi kedua pendeta itu dilakukan di rumah pendeta Old, dan mereka mengaku aksinya merupakan pesan dari Tuhan. Gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya, kata Old. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," katanya.

"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Al Quran sebelum kemudian membakarnya. "Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," tambahnya.

Gerakan bakar Al Quran yang digaungkan Dove World Outreach Center  dari Gainesville, Florida, amat sangat menghina umat Islam. Namun, umat Islam diminta harus bisa menyikapinya dengan arif dan tenang.

“Ini bagian dari pemacu amarah umat. Kita harus lebih objektif memandang masalah ini. Jangan terbawa emosi,” kata Syahrin Harahap, rektor Univa Sumatera Utara kepada Waspada Online, tadi malam.

Syahrin juga menghimbau agar umat Islam jangan terpancing dengan kebodohan ini. “Saya yakin, penentang mereka bukan hanya umat Islam tapi  juga umat lainnya. “Karena tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk menghina agama lain termasuk kitab dan nabi agama lain,” tegas cendekiawan asal Sumut ini.

Sebelumnya melalui news.com.au, Terry Jones menuduh Islam dan hukum syariah bertanggungjawab atas aksi terorisme terhadap World Trade Center di New York pada 11 September 2001. "Kami menyerukan agar umat manusia, termasuk umat beragama di Indonesia, tak terjebak dalam perbuatan-perbuatan anarki seperti ini yang justru tidak memperlihatkan sikap keadaban," ujar Gerakan Peduli Pluralisme, baru-baru ini.

Kelompok yang menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Gerakan Peduli Pluralisme, antara lain, PGI, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Ma'arif Institute, Moderate Muslim Society, Forum Kerukunan Antarumat Beragama, Masyarakat Dialog Antaragama, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, dan Forum Lintas Agama.

sumber: berbagai sumber

Senin, 03 Januari 2011

SAI BABA & DAJJAL

SAI BABA - DAJJAL



Sai Baba = Dajjal???
Salah satu tanda akhir zaman yang akhir-akhir ini cukup menarik perhatian adalah kehadiran seorang bernama Sai Baba, dia lahir dan tinggal di Desa Nilayam Puthaparti, wilayah timur Khurasan, iaitu India Selatan. Telah bersabda Rasulullah S.A.W., bahawasanya Dajjal akan keluar dari bumi ini dari kawasan bahagian timur yang bernama Khurasan (Jamiu At-Tirmidzi).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi S.A.W. telah bersabda yang bermaksud:
“Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya.”
Adalah tidak mustahil bahawa Sai Baba ini adalah salah satu dari30 dajal-dajal kecil yang akan membuka jalan bagi munculnya Al-Maseh Al-Dajjal. (Dajjal nantinya akan berperang dengan Imam Mahdi dan di bunuh oleh Nabi Isa A.S.)
Wallahu A’lam..



Tentang “Sai Baba”
Sai Baba dikatakan memiliki kemampuan menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang lumpuh dan buta, bahkan mampu menurunkan hujan dan mengeluarkan tepung dari tangannya.Ia juga mampu berjalan melintasi belahan bumi dalam sekejap, menciptakan patung emas, merubah besi menjadi emas, dan banyak lagi berbagai fitnah yang ditunjukkan oleh Sai Baba kepada ribuan orang, bahkan jutaan yang datang dari berbagai suku bangsa dan agama. Saat ini Sai Baba dikatakan sudah pun memilikipuluhan juta pengikut.
Maka sudah saatnya bagi setiap muslim untuk mengetahui masalah ini, agar dirinya tidak turut sama menjadi korban berikut dari fitnah Sai Baba ini.

Tentang “Dajjal”
“Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting…”
(Hadith riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud:
“Diawal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati..”
(Hadith riwayat Ibnu Majah)

Persamaan antara DAJJAL dan SAI BABA:
  1. Dajjal seorang laki yang berpostur pendek, gempal, berambut kerinting, berkaki bengkok (agak pengkor).Persamaan: Sai Baba seorang yang berpostur pendek dan berambut kerinting.
  2. Dajjal memiliki mata yang buta.Persamaan: Sai Baba pernah mengalami kebutaan semasa muda kemudian sembuh kembali.
  3. Dajjal datang dan bersamanya ada gunung roti dan sungai air.Persamaan: Sai Baba memiliki kemampuan mengeluarkan vibhuti (tepung suci) dari udara melalui tangannya.
  4. Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan kecepatannya seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang.Persamaan: Sai Baba memiliki kemampuan berjalan menjelajahi bumi dalam hitungan kerlipan mata.
  5. Dajjal mempunyai pengikut yang sangat banyak, bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal.Persamaan: Sai Baba memiliki pengikut yang jumlahnya puluhan juta manusia dari berbagai macam suku, bangsa, negara dan agama.
  6. Dajjal akan muncul dengan mengaku sebagai orang bijak/baik, sehingga ramai sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya.Persamaan: Sai Baba mengaku sebagai orang yang bijak yang membawa misi perdamaian, cinta kasih menghapuskan segala persengketaan dengan bijaksana.
  7. Dajjal akan muncul dan sebagai nabi.Persamaan: Sai Baba meletakkan dirinya sebagai nabi kepada pengikut2nya.
  8. Dajjal akan menggunakan nama Al-Masih.Persamaan: Sai Baba mengaku akan menjelma sebagai Isa Al-Masih setelah tahun 2020.
  9. Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan.Persamaan: Sai Baba mengakui bahwa dirinya adalah Tuhan penguasa alam semesta.
  10. Dajjal akan mendakwahkan agama Allah.Persamaan: Dalam banyak majlis darshanya, Sai Baba banyak berbicara tentang Islam, Al-Qur’an dan keharusan untuk memahaminya.
  11. Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit.Persamaan: Sai Baba memiliki kemampuan menghidupkan orang mati juga menyembuhkan penyakit kanser.
  12. Dajjal dapat menurunkan hujan.Persamaan: Sai Baba memiliki kemampuan menurunkan hujan dan mendatangkan air untuk irigasi (di NTT sedang di bangun projek Sai Baba untuk pengairan di daerah yang kering).
  13. Dajjal berupaya mengeluarkan perbendaharaan (perhiasan dan harta) dari bangunan yang roboh, lalu perbendaharaan itu akan mengikuti ratunya.Persamaan: Sai Baba mampu menciptakan patung emas, kalung emas, injil mini dan berbagai bentuk medalai berlafadz ALLAH dalam tempoh yang singkat.
  14. Dajjal akan membunuh seseorang dan menghidupkannya kembali.Persamaan: Sai Baba mampu menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia.
  15. Dajjal berupaya berpindah raga dan tempat dari satu bentuk ke bentuk lainnya.Persamaan: Sai Baba bisa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya yang merupakan bentuk reinkarnasi (reincarnation) dirinya.
  16. Dajjal berupaya membesarkan tubuhnya.Persamaan: Sai Baba memliki kemampuan berjalan di udara dan membuat kemukjizatan pada sebuah pesawat terbang.
  17. Dajjal biasa keluar masuk pasar dan makanan.Persamaan: Sai Baba juga manusia biasa yang makan dan minum sebagaimana manusia lainnya, ia juga berupaya berjalan ke pasar, rumah sakit, projek irigasi dan tempat lain yang biasa dikunjungi manusia.
  18. Dajjal bisa memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuh2an dan air.Persamaan: Sai baba mampu mengeluarkan air dengan hentakan kakinya.
  19. Dajjal tidak memliki anak.Persamaan: Sai Baba mandul, ia tidak beranak dan tidak berkeluarga (tidak menikah).
  20. Dajjal memimpin orang yahudi.Persamaan: Sai Baba memiliki misi menyebarkan teologi zionis.
  21. Dajjal muncul di zaman pertikaian.Persamaan: Sai Baba mengakui bahwa dia datang dari masa banyak pertikaian dan persengketaan, serta kedatangannya untuk menegakkan kebenaran dan membinasakan kejahatan.

Wahai kaum muslimin, apa lagi yang kita tunggu, marilah segera kita kembali kepada Allah dan rasulnya.
Jika salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan bacaan Tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal;
Hendaklah ia berkata :
“Ya Allah, aku memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, azab kubur, fitnah (dugaan) hidup dan mati serta dari keburukan fitnah Dajjal.”

JIN, SETAN & IBLIS


Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلَيْكُمْ جَمِيْعًا

“Katakanlah: `Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Al-A’raf: 158)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً

“Adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya sedang aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhuma)
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِيْنَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ. يَا قَوْمَنَا أَجِيْبُوا دَاعِيَ اللهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ. وَمَنْ لاَ يُجِبْ دَاعِيَ اللهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي اْلأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُوْنِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`an. Maka ketika mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata: `Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan setelah Musa, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)

Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkarinya. Sebagaimana ada pula di antara kaum muslimin yang mengingkarinya yakni dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.
Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Anehnya orang-orang filsafat masih mengingkari keberadaan jin. Dan dalam hal inipun Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu)
Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُوْنٍ. وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُوْمِ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Jin, Setan, dan Iblis
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Yang pasti, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menerangkan asal-muasal penciptaan jin dengan firman-Nya:

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُوْمِ

“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَتِ الْجَانُّ مِنْ مَّارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah radhiallahu 'anha)
Adapun Iblis, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentangnya:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)
Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Siapakah Iblis?1
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya)
Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:

لاَ يَعْصُوْنَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

لاَ يَسْبِقُوْنَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُوْنَ

“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”
Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Alasannya adalah firman Allah:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).
Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–, Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)
Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)

Siapakah Setan?2
Setan atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata (شَاطَ) yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِيْنَ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِيْنَ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:

الْكَلْبُ اْلأَسْوَدُ شَيْطَانٌ

“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah. (ed)
Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ. قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِيْنَ

“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17)
Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

أَفَتَتَّخِذُوْنَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِيْنَ بَدَلاً

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453)

Penggambaran Tentang Jin
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.
Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’. Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

ابْغِنِي أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا وَلاَ تَأْتِنِي بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ. فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمَلُهَا فِي طَرَفِ ثَوْبِي حَتَّى وَضَعْتُهَا إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ فَقُلْتُ: مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ؟ قَالَ: هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ وَإِنَّهُ أَتَانِي وَفْدُ جِنِّ نَصِيْبِيْنَ وَنِعْمَ الْجِنُّ فَسَأَلُوْنِي الزَّادَ فَدَعَوْتُ اللهَ لَهُمْ أَنْ لاَ يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ إِلاَّ وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا

“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dalam riwayat Muslim disebutkan: “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)

Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ

“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konsekuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek!
Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita dengan firman-Nya:

يَابَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِيْنَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27)
Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُوْنُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أَفَتَتَّخِذُوْنَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِيْنَ بَدَلاً

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya. Wal ’ilmu ’indallah.

Dajjal

Suara Dajjal Mahu Keluar

Siaran RTM di Negeri Pahang. tergempar ramai orang terdengar bunyi dentuman yang sangat kuat di susuli gempa bumi selama 3 minit, mungkin ini tanda2nya. kpd semua yg bergelar muslim,hari nie pakar meteorologi bhgn bunyi dr Rusia m'dapati sesuatu bunyi ganjil spt ngauman raksasa dr bwh mantel bumi. menurut para ulama kemungkinan besar itu ialah suara Dajjal y b'usaha utk naik ke muka bumi. oleh itu,kte disuruh sentiasa x berhenti azan dan solat,sebarkn kpd umat ISLAM yg lain. Amanah!! Wallahualam. KITA YANG MENENTUKAN DIRI KITA Jgn skip utk bace ni. Sebarkan kalu sayang pada islam.

Seorang kawan aku telah bertanyakan pendapat tentang mesej yang dia terima kat Yahoo Messenger. Thanks kat dia, dapat aku update blog ni haha. Pranggggg! Bunyi kuat menerjah gegendang telingaku. Apakah bunyi ini? Adakah Dajjal yang mahu keluar dari perut bumi? Oh tidak, rupa-rupanya kawanku Mamat telah terjatuhkan batang besi di atas lantai. Cuak sebentar dibuatnya. Cheh mamat ni, buat takutkan orang je, aku ingat ada gempa bumi tadi. Hehe kalau ada gempa bumi selama 3 minit kat Malaysia ni, dah lama dah keluar berita dan surat khabar. Gegaran kecilan memang ada dekat Bukit Tinggi kat Karak tapi takda la sampai 3 minit, paling lama pun 30 saat. Gempa bumi kat luar negara pun tak lama sampai 3 minit.

Yang paling aku tak paham pasal mesej tu ialah "KITA YANG MENENTUKAN DIRI" ditulis dengan perkataan bold. Maknanya, ayat itulah yang paling penting dalam mesej tersebut dan yang bestnya, ayat tu tidak memberi maksud apa-apa, so kalau sesiapa terima mesej seperti tu lagi, just delete je sebab takda apa-apa kebaikan pun boleh diambil.

Penutupnya pula ialah "Sebarkan kalu sayang pada Islam". Inilah masalah orang Islam sekarang ni, disesatkan dengan dakyah "kalau kau tak sebar berita ini, kau tak sayang Islam". Ish ish. Banyak je cara nak tunjukkan sayang kita kat Islam. Berbalik dulu ke asas iaitu rukun Islam. Cukup ke solat kita, cukup ke puasa kita dan lain. Sudahkah kita menunaikan semua tu? Kalau sudah alhamdulillah. Seterusnya buatlah sunnah-sunnah Nabi. Banyak la pulak kalau aku nak listkan satu-satu cara nak buatkan kita sayang Islam atau bukti kita sayang Islam. Yang pasti (takleh guna perkataan pasti sebab perkataan pasti milik Allah je), jadinya, yang jelasnya, menyebarkan berita-berita dari email mahupun mesej YM ni bagi saya ialah antara perkara terakhir yang dibuat untuk tunjukkan sayang pada Islam. Lebih-lebih lagi kalau berita itu takda sumber dari mana ia datang.

Haha. Sori aku tergelak sat sebab teringatkan ayat ini. "hari nie pakar meteorologi bhgn bunyi dr Rusia m'dapati sesuatu bunyi ganjil spt ngauman raksasa dr bwh mantel bumi." Memang la ada bunyi-bunyi macam tu, walhal kalau tengok kat National Geographic pasal lava gunung berapi, masa dia mengalir menuruni gunung pun akan keluarkan bunyi, ini kan pula time dia kat bawah tu mengelegak. Mungkin sahaja akan ada bunyi letup-letup. Tu la ko minah/mamat yang sebarkan berita ini, harap langgan ASTRO je tapi dok ralit tengok akademi fantasia dan rancangan-rancangan hiburan. Pastu bila dapat email pelik, terus je nak forward pastu cakap kalau tak forward, tak sayang Islam pulak. Ish ish.

P/S: Kalau nak tahu, pengaruh Dajjal dah ada pun di sekitar kita ini tapi yang jelas bukan seperti ngauman raksasa ke apa sebab Dajjal ni manusia gak macam kita. Kalau ada masa, pi carik dokumentari bertajuk "The Arrivals" yang dibuat oleh seorang muslim di United States pasal kedatangan Dajjal.

Di Sebalik Penciptaan Air

KEAJAIBAN AIR 



Hari ni saya nak bincang pasal keajaiban air.Ketika saya belajar di Darussyifa' pun ada dimasukkan sukatan pelajaran berkaitan air. Air inilah yang memberi kesan kepada pesakit dengan izin Allah. Berikut disenaraikan urutan air yang baik untuk didoakan ketika merawat pesakit iaitu:

i. Air Zamzam
ii.Air Kolah Masjid
iii.Air hujan malam Jumaat
iv. Air mineral 
Sebagai contoh jika merawat pesakit yang kena gangguan biasanya bila mereka minum air yang didoakan ada macam-macam ragam yang dapat diperhatikan. Antaranya sakit-sakit di tempat-tempat tertentu, lenguh badan,ada yang tak nak buka mulut dan kena paksa minum, ada yang menjerit dan sebagainya. Antara keajaiban air ni rupa-rupanya dapat merakam percakapan kita, kalau baik kita cakap maka baiklah jadinya dan kalau jahat percakapan kita maka jahatlah jadinya.

Ini telah dibuktikan penemuan hasil kajian saintifik oleh Dr. Masaru Emoto seorang “pakar air” dari Jepun. Penemuan oleh Dr Masaru Emoto ini sungguh menakjubkan. Beliau membuktikan bahawa susunan molekul-molekul air boleh berubah mengikut apa yang diucapkan ke atas air tersebut. Ustaz Abdullah Mahmud yang pernah berceramah di Surau Wisma Telekom Semarak, pernah menceritakan penemuan ini. Beliau memaklumkan bahawa beliau telah mengikuti satu seminar yang disampaikan oleh seorang pakar air dari Jepun di Hotel Istana. Dalam seminar itu, mereka telah ditunjukkan melalui slaid, contoh-contoh air yang dilihat daripada mikroskop khas. Sumber air ini diambil daripada laut, sungai, empangan, perigi dan sebagainya. Ada pelbagai bentuk, daripada rupa cantik bercahaya seolah-olah seperti berlian hinggalah ke ‘hodoh dan mengerunkan” seperti rupa jin bertelinga besar, bertanduk dan sebagainya.

Suatu ketika, apabila ditunjukkan “rupa air yang cantik bercahaya,” molekulnya tersusun cantik, seperti berlian bersegi-segi, bersinar-sinar, berwarna-warni melebihi 12 warna, para hadirin telah disoal pakar air tersebut tentang asal usul sampel air itu. Salah seorang hadirin meneka, itu mungkin air Zam-Zam. Dan sememangnya telah disahkan benar oleh pakar air tersebut. Kemudian beberapa hadirin dipilih untuk membuat kajian. Di atas pentas, mereka dikehendaki membacakan sesuatu ke atas air mineral masing-masing. Lalu salah seorang hadirin dikehendaki menunjukkan hasil kajiannya. Apabila ditunjukkan di skrin kelihatan molekul air itu membentuk seolah-olah seperti tokong cina ( dengan janggut yang panjang dan perut buncit ).

Apabila tiba giliran Ustaz Abdullah, air tersebut dibacakan surah Al-Fatihah, Selawat dan ayat Kursi, maka apabila dipaparkan di skrin kelihatan molekulnya seperti berlian yang berkilau-kilau, cantik bercahaya. Kemudiannya beliau disuruh membaca sebarang ayat atau kata-kata yang tidak elok, maka ternampaklah di skrin molekul air itu berubah menjadi seperti sel-sel barah.

Banyak hadis dan ayat-ayat Quran, yang menceritakan fenomena ini. Air juga merupakan makhluk Allah yang bernyawa. Dengan keizinan daripada-Nya, ia mampu menyembuh dan memudaratkan seseorang, kerana dalam Islam ada kaedah-kaedah tertentu yang menggunakan air, untuk berikhtiar mengubati penyakit. Salah satu daripadanya mengunakan air penawar, atau dalam bahasa mudahnya air jampi. Seperti mana yang pernah diamalkan Rasulullah, dan diikuti oleh ulama-ulama Islam, para ustaz, para imam.
Berikut ialah contoh-contoh air yang dilihat daripada mikroskop khas, yang telah didedahkan dengan pelbagai situasi “suara dan kata-kata” seperti yang dibuktikan oleh Dr Masaru Emoto melalui kajiannya.

Perhatikan!

Contoh molekul air yang terbentuk bila dibisikkan kata yang baik kepadanya.
Ketika dibacakan doa untuk kesembuhan di depan sebotol air
Selain itu, jika kita sekadar menampal perkataan baik seperti ucapan terima kasih, juga membentuk molekul yang cantik. Begitulah juga jika sebaliknya.



Selanjutnya ditunjukkan kata ”malaikat” : terbentuk rantai dengan kristal hexagonal yang indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukan kata "setan", kristal berbentuk buruk dengan bola api ditengah (gambar kanan).

Contoh molekul air yang terbentuk bila dibisikkan perkataan yang buruk kepadanya



Apabila diperdengarkan muzik heavy metal :
Apabila disebut Adolph Hitler : 

You Make Me Sick, I Will Kill You 









Aktiviti

Inilah satu keajaiban Allah s.wt yang menciptakan sesuatu yang menakjubkan. Bayangkan kalau air itu
diucapkan kalimah Allah s.w.t. tentulah lagi berkilaulah cahaya molekulnya. Di sini saya nak ajar satu ilmu kepada pembaca blog ini berkaitan dengan air dan diharap pembaca blog ini dapat mencubanya. Ambil air mineral sebanyak 2 gelas dan ambilkan satu tasbih.
Untuk gelas pertama cuba bacakan kalimah Allah seperti bismillah @fatihah@yaasin dan sebagainy
a. Untuk gelas kedua cuba ucapkan kata-kata yang jahat pada air itu seperti
jahanam,celaka,sial dan sebagainya. Kemudian ambilkan tasbih letakkan diatas gelas tersebut. Insyaallah gelas yang dibisikkan kalimah Allah akan berputar tasbihnya dan gelas yang gelas yang dibisikkan kata yang jahat tidak akan berputar. Tapi dengan syarat kena
"yakin".Insyaallah. Semoga ilmu yang diberi dapat dimanfaatkan. Insyaallah.